Si Manja yang Merantau ke Negeri Seberang
Kalau melihat judulnya pasti bingung, apa sih maksud dari judul itu?
Jadi, si manja itu adalah saya sendiri! Haha.
Sekarang lagi ada di Negeri Filipina. Kenapa bisa ke sini? Saya juga ga ngerti ya, mungkin sudah jalan Tuhan.
Tapi serius deh, perjalanan saya benar-benar gak terduga.
Tiba-tiba aja bisa menclok ke sini.
Saya menyebut diri saya sendiri manja karena gak pernah melakukan semuanya sendirian. Waktu kuliah aja nge-kos cuma tahan sebulan. Tapi itu alasannya sih karena setelah pulang ke kosan, gak ada teman bicara. Iya, saya se-ekstrovert itu, selalu mau cerita tentang yang saya rasa ke orang lain.
Lanjut ke perjalanan saya di sini, banyak banget yang saya lakukan di sini. Salah satunya nyetrika, nyapu, masak (itu juga kadang-kadang), eh kok malah cerita keseharian anak lajang yang tinggal di negeri seberang ya?!
Kebetulan saya tinggal di pusat bisnis Metro Manila. Bonifacio Global City namanya. Di sini benar-benar jauh berbeda dengan Jakarta. Lebih milih Singapura tepatnya. Makanya, harga sewa condominium di sini juga lebih mahal. Saya beruntung juga bisa kerja di BGC.
Tiba-tiba aja bisa menclok ke sini.
Saya menyebut diri saya sendiri manja karena gak pernah melakukan semuanya sendirian. Waktu kuliah aja nge-kos cuma tahan sebulan. Tapi itu alasannya sih karena setelah pulang ke kosan, gak ada teman bicara. Iya, saya se-ekstrovert itu, selalu mau cerita tentang yang saya rasa ke orang lain.
Lanjut ke perjalanan saya di sini, banyak banget yang saya lakukan di sini. Salah satunya nyetrika, nyapu, masak (itu juga kadang-kadang), eh kok malah cerita keseharian anak lajang yang tinggal di negeri seberang ya?!
Kebetulan saya tinggal di pusat bisnis Metro Manila. Bonifacio Global City namanya. Di sini benar-benar jauh berbeda dengan Jakarta. Lebih milih Singapura tepatnya. Makanya, harga sewa condominium di sini juga lebih mahal. Saya beruntung juga bisa kerja di BGC.
Ini dia daerah sekitar rumah dan kantor saya (BGC).
Tampak depan tempat tinggal saya, lihat ke bagian atas ada jendela-jendela kecil, seperti itu kira-kira tempat yang saya dan teman saya tinggali.
Naik Jeepney bersama Suni dan Yuyu.
Untuk keseluruhan daerah Manila sih sama saja dengan Jakarta, ada macet juga, banjir juga kalau hujan deras dan lama.
Sebenarnya untuk tinggal di BGC juga tidak semudah itu sih. Pokoknya semua ada sisi senang dan nggaknya.



Comments
Post a Comment